Zulfi Suhendra - detikfinance
Selasa, 17/02/2015 14:20 WIB

Jakarta -Pertumbuhan pasokan ruang perkantoran baru di luar kawasan
Central Business District (CBD) atau kawasan segitiga emas, masih didominasi
Kawasan, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
Kawasan TB Simatupang adalah salah satu daerah di luar segitiga emas yaitu
antar Thamrin-Sudirman-Kuningan. Fasilitas dan lingkungan yang lengkap membuat
Simatupang menjadi kawasan favorit bagi ruang perkantoran.
Berdasarkan riset yang dilakukan lembaga konsultan properti, Cushman and
Wakefield, di 2015 ini sebanyak 615.000 meter persegi ruang perkantoran baru
bakal hadir di kawasan luar CBD tersebut. Dari jumlah itu, lebih dari
separuhnya ada di kawasan Jakarta Selatan.
"Angka itu 66% berada di kawasan Jakarta Selatan, seperti TB
Simatupang," kata Head of Research and Advisory Cushman and Wakefield
Arief Rahardjo di acara Property Outlook 2015 di Gedung Bursa Efek Indonesia,
Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Arief mengatakan, pertumbuhan gedung perkantoran akan bergeser ke kawasan luar
CBD. Alasannya, selain harga lebih murah, fasilitas di kawasan luar CBD pun
tak kalah dengan yang di kawasan CBD.
"Lama kelamaan sudah mulai bergeser, seperti pembukaan jalan tol di
bandara akan mempengaruhi daerah barat (Jakarta Barat)," katanya.
Dilihat dari sisi harga, pertumbuhan harga sewa ruang perkantoran di kawasan
non CBD relatif sama dengan pertumbuhan harga sewa yang terjadi di kawasan CBD
yakni 5% per tahun
Di kawasan CBD, di tahun ini
setidaknya ada pertumbuhan yang sangat signifikan dalam pasokan ruang
perkantoran baru bila dibandingkan 2014 lalu yang hanya mencapai 31.000 meter
persegi. Tahun ini pasokan ruang perkantoran hampir mencapai 900.000 meter
persegi.
Arief menuturkan, tingkat hunian ruang perkantoran di 2014 mencapai 94,5%,
yang merupakan tingkat hunian ruang perkantoran paling tinggi di CBD sepanjang
sejarah. Arief mengatakan, kawasan CBD berada di garis Jalan MH Thamrin,
Jenderal Sudirman, Gatot Subroto hingga Kuningan.
"Itu karena supply terbatas. Di 2015 supply yang masuk 892.700 meter
persegi dan tingkat hunian akan turun menjadi 84,9%, karena masuknya
supply," sebutnya.
Arief menjelaskan, pertumbuhan harga sewa di tahun ini pun tak tumbuh terlalu
besar, karena pasokan yang masuk cukup banyak. Cushman memperkirakan
pertumbuhan harga sewa di 2015 hanya akan tumbuh 5% menjadi Rp 274.400 per
meter persegi dibanding tahun 2014 yang hanya mencapai Rp 261.400 per meter
persegi.